Apa Hukum Nya Sudah Menikah Tapi Masih Kangen Mantan Pacar, Begini Hukumnya??

Berbagai sumber telah menjelaskan bahwa amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan (pahala) sesuai niatnya. Namun, bagaimana jika sudah menikah tetapi masih niat atau berminat ke mantan pacar?


Hal tersebut juga dibahas di media resmi Pusat Studi al-Qur’an (PSQ), Alifmagz.com, Kamis (3/9/2015). Dijelaskan Dewan Pakar PSQ, M Quraish Shihab, atas pertanyaan netizen berikut ini.
 
Pertanyaan:
Sebelum menikah dengan suami saya, dulu saya memang memiliki hubungan pacaran dengan seorang teman lama. Kami tidak meneruskan hubungan kami karena berbeda keyakinan.
Saya sudah menikah selama 5 tahun dan masih sering memikirkan mantan saya itu. Terkadang saya merasa bersalah, tapi saya tidak bisa membohongi perasaan saya.
Apakah hukumnya bagi perempuan yang tidak bisa sepenuhnya memberikan hatinya pada suaminya yang sah? Apakah ini berarti petunjuk Allah bahwa mantan saya itu adalah jodoh saya? [Herlina – via surel]
 
Jawaban Quraish Shihab:
Allah tidak menuntut tanggung jawab seseorang menyangkut apa yang tidak mampu dilakukan.
Namun demikian, kendati hati berada di “Tangan Tuhan” sehingga seseorang tidak dituntut menyangkut detak-detik yang di luar kemampuan manusia.
Tetapi dalam saat yang sama, manusia -sedikit atau banyak- dapat mengendalikan dorongan hatinya agar tidak larut menurutkannya.

 
Hati bisa mendapat bisikan dari setan. Di sini manusia harus bisa mengupayakan untuk mengenyahkannya.
Al-Qur’an mengingatkan bahwa, yang artinya:
إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila ditimpa dorongan melakukan keburukan dari setan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka sadar.” (QS. Al- A’raf [7]: 201)
Kalau memang Anda tidak bisa mengendalikan hati Anda dan mengenyahkan bisikan setan -setelah berusaha sekuat kemampuan- maka saya berharap kiranya Allah mengampuni Anda,
tetapi kalau itu sejak semua dalam kemampuan Anda, lalu Anda memperturutkan sehingga menjadi berat Anda kendalikan, maka saya khawatir itu akan dinilai dosa.
 
Saya yakin sekali bahwa sikap Anda masih mengingat mantan pacar itu bukan berarti petunjuk Allah bahwa mantan itu adalah jodoh Anda.
Allah tidak mungkin memberi petunjuk kepada hamba-Nya menyangkut semua yang buruk, dalam hal ini menjodohkan seorang Muslimah dengan non-Muslim.
 
Saya khawatir itu adalah bisikan setan ke dalam hati Anda untuk menjadikan Anda larut dalam perasaan Anda.
Demikian, wallahu a’lam.
Sumber: tribunnews.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*